Gus Wahid Arema: Humoris dan Kharismatik

Almarhum Gus Wahid bukan hanya milik keluarga, akan tetapi beliau adalah milik masyarakat. Maka sudah sepatutnya perjuangan dakwah beliau diteruskan oleh keluarga dan Santri beliau. Ibaratnya, mati satu tumbuh seribu. Seorang Figur Ulama yang menggunakan pendekatan dakwah secara humoris dan dicintai oleh masyarakat.

Wafat pada hari sabtu tanggal 04 Juli 2020 (50 tahun), pukul 05.50 WIB saat mengajar Tahsin Al-Qur’an kepada santri  Pesantren As-Salam, di kediaman beliau, desa Tunjungtirto Singosari Malang. Dikisahkan oleh istri tercinta, yaitu Hj. Fakhirotul Maulida, S.Ag, bahwa malam sebelum wafat, beliau sempat mengeluhkan sakit pada jantungnya. Beliau mengira hal tersebut hanyalah keluhan biasa. Namun sehabis subuh saat beliau melakukan kegiatan rutinnya, yaitu mengajar Tahsin Al-Qur’an. Tepat pada pukul 05.50 WIB, beliau jatuh pingsan. Sungguh momentum indah, di mana seorang hamba menjemput ajal, menghadap Sang Pencipta (Husnul Khitimah, amin).

Gus Wahid wafat pada hari sabtu pagi 4 Juli 2020

Beliau aktif menjabat sebagai Kyai Arema Malang,  Ketua Komisi Dakwah MUI Kabupaten Malang, Penasehat PPMR Malang Raya, Pengasuh majelis Taklim di Malang Raya, Pembina kerohanian di Polres Malang dan sejumlah jabatan penting yang telah beliau sandang. Beliau juga sukses merintis pembangunan pesantren, masjid, MA Unggulan As-Salam Singosari yang berhaluan NU Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Gus Wahid Arema meninggalkan seorang istri bernama Hj. Fakhirotul Maulida, S.Ag dan  lima orang anak, yaitu: Nadia, Utita, Neyla, Nidhomul Haq, dan Nasrullah. Namun beliau juga memiliki puluhan anak asuh dari kalangan dhuafa’ dan yatim yang telah disekolahkan sampai perguruan tinggi, hingga mereka menjadi orang-orang yang sukses di tengah-tengah masyarakat.

Selain nyantri di pondok Mamba’ul Huda Karang Ploso beliau berhasil meraih gelar akademik Sarjana Agama di UIN Maliki Malang, dan selanjutnya aktif berdakwah di kalangan anak jalanan, anak putus sekolah, lembaga pemasyarakatan, BUMN, lembaga pendidikan, lembaga sosial, lembaga lintas komunitas, menyambung kerukunan antar umat beragama, serta menjadi penasehat bagi lemaga lembaga di lingkungan pemerintah Kab Malang 

Pendekatan humoris yang digunakan  menjadikan dakwah beliau diterima oleh semua kalangan, baik santri, priyayi maupun abangan. Jiwa santri serta cinta negara, menjadikan beliau sebagai  Kyai kharismatik yang maba semua fatwanya diikui oleh masyarakat, khususnya di wikayah Malang Raya.

Penulis: DR. Gus Ois Penasehat ISNU Dampit, Kajur Manajemen Dakwah IAIN Tulungagung

Author: isnudampit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *