Beberapa hari yang lalu, banyak beredar status whatsapp berupa gambar ataupun video, yang isinya tentang Kota Dampit yang akan melakukan penutupan jalan atau lebih dikenal masyarakat dengan lockdown. Berita tersebut sangat cepat beredar dan sampai saat inipun masih viral di media massa, hingga membuat warga khawatir dan panik.

Menyikapi hal tersebut, ISNU Dampit menghubungi Kanit Binmas Aipda Anton Sugiyanto, SH. MH. mewakili Kapolsek Dampit AKP Novian Widyantoro, SH., beliau menyatakan bahwa informasi tentang Dampit lockdown adalah tidak benar.
Polsek Dampit memberlakukan physical distancing dengan menutup beberapa ruas jalan, yaitu di Jl. Demak dan Perum Dampit Permai atau di daerah Jl. Gunung Jati, penutupan jalan itupun hanya berlaku di hari tertentu dan jam tertentu pula. Artinya tidak ada penutupan total di Dampit yang berarti tidak ada penutupan jalan utama/jalan propinsi di daerah Dampit.

Selain itu, dibeberapa desa di wilayah kecamatan Dampit juga diberlakuan physical distancing yang ditentukan berdasarkan musyawarah 3 pilar juga melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat

Aipda Anton yang juga anggota ISNU Dampit menghimbau kepada masyarakat untuk bisa menyaring informasi agar berita hoax tidak semakin menyebar dan tidak meresahkan masyarakat.
