Manfaat ganda tadarus Al-Qur’an di tengah wabah corona

Tadarus : Tradisi Baca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Di tengah Pandemi Covid-19 sebagian masyarakat desa Majangtengah Dampit Kab. Malang tetap menjalankan tradisi tadarus di Masjid Jami’ An-Nur. Pelaksnaan Tadarus mengukuti anjuran pemerintah dengan mematuhi protokol pencegahan Covid-19, di antaranya: penggunaan hand sanitizer, cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan jarak jama’ah tadarus antara 2 s.d 3 meter.

 Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Sebab Allah Swt menurunkan Al-Qur’an pada bulan suci Ramadhan, tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan Tahun 2H/ 13 Maret 624 M yang disebut dengan peristiwa “Nuzulul Qur’an”, yang artinya secara harfiah berarti turunnya Al-Qur’an (kitab suci umat Islam) adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan “Al-Qur’an” secara keseluruhan diturunkan dari lauhulmahfuz menuju Baitul ‘Izzah yang berada di langit dunia.

Sedangkan tadarus ialah kata yang berasal dari bahasa arab, akan tetapi telah diserap oleh bahasa Indonesia. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘tadarus’ diartikan sebagai pembacaan kitab suci al-Qur’an secara berjama’ah di masjid atau mushola khususnya dalam bulan suci Ramadhan. Tadarus dimluai setelah sholat tarawih dan witir dengan tekhnik pembacaan Al-Qur’an secara bergiliran dengan bentuk jama’ah melingkar di masjid atau mushola.

Hukum tadarus menurut ulama’ adalah sunnah, yang artinya adalah ibadah yang dianjurkan oleh agama Islam. Hal tersebut berawal dari sejarah masa-masa akhir Nabi Muhammad Saw sebelum wafat, bahwa beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan didatangi oleh malaikat Jibril a.s yang ditugaskan oleh Allah Swt untuk mengoreksi hafalan Al-Qur’an Nabi, serta membimbing Nabi Muhammad Saw untuk mengurutkan letak surat-surat Al-Qur’an dari al-Fatihah hingga Surat An-Nas (seperti al-qur’an saat ini). Riwayat tentang adanya Jibril a.s yang turun ke bumi mendatangi Nabi Muhammad Saw untuk bertadarus Al-Quran bersamanya berdasarkan hadis dari Ibnu abbas:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ (رواه البخاري)

Artinya: Dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah Saw adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril As menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah Saw orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus” (HR. Bukhari)

Manfaat Tadarus dari Sisi Pendidikan

Tadarus memiliki keutamaan-keutamaan dari sisi pendidikan antara lain:

  1. Membaca al-Qur’an meningkatkan kecerdasan

Menurut hasil penelitian, ternyata membaca Al-Qur’an setelah waktu sholat Maghrib dan Subuh itu dapat tingkatkan kecerdasan otak hingga 80 %. Hal ini karena membaca Al-Qur’an bersamaan dengan waktu yang tepat, yaitu perubahan dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari. Disamping itu Hafalan Al-Qur’an memperkuat daya ingat ilmu-ilmu lain yang dipelajari. Menurut penelitian bahwa penghafal Al-Qur’an terhindar dari pikun dan kecerdasannya 3 kali lipat (bahkan lebih) dari orang yang yang tidak hafal al-Qur’an.

  • Huruf-huruf al-Qur’an memperkuat sel-sel mata manusia

Huruf-huruf Al-Qur’an dibaca dengan teknik baca dari kanan ke kiri, berbeda dengan huruf latin yang menggunakan teknik baca dari kiri ke kanan. Dari sebuah hasil seminar di Malaysia, menemukan fakta bahwa syaraf-syaraf pada mata manusia sesuai dengan huruf Al-Quran, sehingga orang yang membacanya akan sehat matanya, bahkan dapat menyembuhkan mata yang sakit. Di samping membacanya, melakukan terapi mendengarkan Al-Quran ternyata juga mampu meningkatkan kecerdasan seorang anak, dan menyembuhkannya dari berbagai macam penyakit. Hal ini dikarenakan oleh frekwensi gelombang bacaan Al-Quran memiliki kemampuan untuk memprogram ulang sel-sel otak, meningkatkan kemampuannya, serta menyeimbangkan sel-sel tersebut

  • Melatih kelancaran bacaan al-Qur’an.

Menurut Quraisy Shihab  membaca memiliki arti serangkaian kegiatan pikiran seseorang yang dilakukan penuh perhatian untuk memahami suatu keterangan yang disajikan indera penglihatan dalam bentuk lambang huruf dan tanda lainnya. Membaca Al-Qur’an pada awalnya memang susah dan sering terjebak pada kesalahan-kesalahan baca. Mulai dari panjang pendeknya, makhrajnya hingga tajwid dan tilawahnya. Namun bila istiqomah mengikuti tadarus, hal tersebut dapat diminimalisir bahkan dihilangkan sama sekali. Sebab dalam tradisi tadarus jama’ah yang lain dengan sabar ikut menyimak dan mengoreksi bacaan qori’.

  • Membiasakan diri untuk istiqomah membaca al-Qur’an

Jika membaca Al-Qur’an sendiri di rumah, kendala utama adalah malas dan bosan. Berbeda dengan tadarus di masjid atau mushola, yang mana ditemani oleh jama’ah lain. Motivasi membaca al-Qur’an semangkin meningkat, ketika ada orang lain yang menyimak. Di samping itu, fokus bacaan lebih meningkat dan akurat dibanding membaca Al-Qur’an sendiri di rumah.

Keutamaan Tadarus dari Sisi Sosial

Tadarus memiliki keutamaan-keutamaan dari sisi Sosial antara lain:

  1. Tadarus berfungsi Ganda : Ibadah dan Ronda Malam

Kriminalitas semakin meningkat selama  ramadhan, sebab diimbangi dengan meningkatnya kebutuhan pokok dan kebutuhan-kebutuhan lebaran. Kriminalitas bisa dicegah dengan ronda malam, secara bergilir oleh warga. Bedanya, jika tadarus ronda malam dipusatkan di mushola atau masjid. Maka, selain ibadah, tadarus mampu mencegah kriminalitas yang merajalela selama bulan suci ramadhan. Faktanya, tadarus menjadikan kampung aman dan nyaman.

  • Memupuk Kebersamaan dan Solidaritas

Di tengah badai wabah corona, peran tadarus adalah untuk siaga dan data. Maksudnya data adalah masyarakat saling berbagi informasi tentang jumlah ODP dan PDP di daerahnya. Maksudnya siaga adalah masyarakat mampu bertindak sesuai arahan pemerintah dan tim sukarela pencegahan covid-19 dalam menyelamatkan masyarakat dari penyebaran. Di samping itu panitia ZIS (zakat, infaq dan shadaqah) di masjid dan mushola juga mampu mendata meningkatnya jumlah warga miskin dhuafa yang terdampak covid-19.

  • Melatih Keberanian tampil di depan Publik

Bagi anak-anak dan pelajar yang selama ini sibuk dengan PR dan tugas sekolah, mereka tidak memiliki kesempatan untuk tadarus di masjid bersama orang-orang dewasa maupun anak-anak seusia mereka. Maka ketika ramadhan datang saat wabah corona ini, tradisi tadarus akan menjadi program yang tepat bagi anak-anak untuk berani tampil membaca Al-Qur’an di depan publik. Saran penulis, hendaknya orang tua memberi motivasi pada anak dan membimbing mereka ke masjid atau mushola, agar aktif tadarus selama bulan suci ramadhan degan mematuhi protokol pencegahan covid-19.

  • Menghilangkan Rasa Minder dan Egois

Kesalalahan dalam membaca Al-Qur’an adalah hal yang lumrah. Namun jika tidak dilatih dalam program tadarus, maka bagi anak-anak akan selalu minder dengan kemampuannya dalam membaca Al-Qur’an. Ia takut jika dipermalukan di antara jama’ah tadarus. Padahal, tidak demikian adanya. Sebab dalam tradisi tadarus ada empat prinsip yang dilakukan yaitu: membaca, menyimak, mengoreksi dan berbagi maqro’ bacaan Al-Qur’an. Khusus tadarus, maka ada hal yang spesial, yaitu upaya untuk menghilangkan sifat egois (mementingkan diri sendiri), sebab tugas peserta tadarus bukan hanya membaca ayat-ayat Al-Qur’an, tapi ada ketentuan bahwa pesrta tadarus, tidak boleh meninggalkan tempat sebelum menyimak dan mengoreksi bacaan jama’ah yang lain, secara bergantian.

Kesimpulan

Pertama, tadarus adalah tradisi membaca Al-Qur’an selama bulan suci ramadhan yang patut untuk selalu dilestarikan, dari generasi ke generasi, sebab memiliki manfat yang sangat banyak, bauk dari sisi relegius, sejarah, pendidikan maupun sosial. Tadarus menurut Ulama’ hukumnya adalah sunnah, terlebih di bulan suci ramadhan, yang dijuluki sebagai bulan Al-Qur’an.Kedua, selama wabah corona merajalela ini, tadarus tetap dilaksanakan dengan mengikuti protokol pencegahan covid-19, sebab tadarus memiliki manfat yang tidak sedikit. Manfaat tadarus dari sisi pendidikan antara lain: (a) Membaca Al-Qur’an meningkatkan kecerdasan, (b) Huruf-huruf Al-Qur’an memperkuat sel-sel mata manusia, (c) Melatih kelancaran bacaan al-Qur’an, (d) Membiasakan diri untuk istiqomah membaca al-Qur’an. Keutamaan Tadarus dari Sisi Sosial: (a) Tadarus berfungsi Ganda: Ibadah dan Ronda Malam, (b) Memupuk Kebersamaan dan Solidaritas, (c) Melatih Keberanian tampil di depan Publik, (d) Menghilangkan Rasa Minder dan Egois.

Penulis : Izzatul Laila, M.Pd.I.

Penasehat ISNU Dampit dan Guru MTs Negeri 1 Malang

Author: isnudampit

1 thought on “Manfaat ganda tadarus Al-Qur’an di tengah wabah corona

  1. وتوثیق المعاشرة بین اعضاء العاٸلة کذالک *-*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *