STRATEGI PENINGKATAN MUTU GURU DI ERA IASP 2020

Latar Belakang

Standar mutu guru di tahun 2020 saat ini, mengalami regulasi baru, yang disebut dengan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP). Sebelum diputuskan oleh BANS/M secara resmi, IASP telah melalui dua kali mekanisme uji coba : Pertama, uji publik terbatas pada tanggal 9-11 Mei 2019 di Jakarta. Kedua, uji publik meluas pada tanggal 6-8 Nopember 2019 di empat provinsi. Selanjutnya hasil uji coba tersebut, nantinya akan menjadi keputusan menteri.

IASP 2020 adalah perangkat akreditasi baru yang mengedepankan prinsip dasar agar sekolah mampu melakukan perbaikan kualitas secara terus menerus terkait kinerja sekolah (performance), disamping juga memenuhi aspek administrasi (compliance) yang diperoleh dari dapodik.  Perangkat akreditasi yang diubah dalam IASP 2020 adalah perangkat akreditasi pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK dan SLB. Tujuan utama dari IASP 2020 adalah mewujudkan akreditasi yang obyektif dan kontektual. Obyektif artinya menggambarkan apa adanya, sehingga masyarakat mempercayai hasilnya. Kontekstual artinya sesuai dengan karakteristik khas sekolah.

Para pendidik tetap semangat mencerdaskan anak bangsa meski masih dalam masa pandemi

Paradigma Baru IASP 2020

Akreditasi yang diharapkan mampu bersifat efesien dan akuntable, oleh karena itu diperlukan paradigma baru, antara lain: (a) Pembelajaran berbasis waktu, diubah menjadi pembelajaran berbasis hasil. (b) Pembelajaran berbasis MOT diubah menjadi pembelajaran berbasiis HOT. (c) Mengubah pembelajaran Pasif menjadi Aktif. (d) Mengubah kurukulim yang tidak relevan dan kurang bermakna menjadi kurikulum yang selaras dengan minat, harapan, bakat dan dunia nyata peserta didik (e) Literasi 3R (reading, writing, math) diubah menjadi Multi Litersi. (f) Dari pembelajaran model industri, menuju terbentuknya model pembelajaran Global yang memanfaatan teknologi tinggi.

Workshop peningkatan mutu guru madrasah

Komponen-Komponen Mutu Guru

Sebagaimana dikutip dari modul 4 tentang naskah akademik IASP 2020, maka komponen-komponen mutu guru mengacu pada pendekatan principles based, yaitu akreditasi yang mengukur performa, prinsip dasar kinerja dan mutu pembelajaran, tidak hanya menggunakan pendekatan rules based, yaitu akreditasi yang diukur dari sisi pemenuhan aturan-aturan adminitrsasi yang berlaku.

Komponen-komponen mutu Guru ada tiga: (a) Kompetensi Guru. (b) Pengembangan Profesi Guru. (c) Inovasi dan Kreativitas Guru. Adapun sebaran komponen-komponen mutu guru dalam IASP 2020 masuk ke dalam enam butir, yang terdiri dari 4 butir inti (semua jenjang), dan dua butir khusus untuk SMK. Empat butir inti yang dimaksud yaitu: (1) Menyusun RPP. (2) Melakukan evaluasi diri, refleksi dan perbaikan kerja. (3) Melakukan pengembangan profesi berkelanjutan. (4) Mengembangkan kegiatan pembelajaran yang inovatif dan kreatif.

Kegiatan guru profesional diluar kelas

Strategi Peningkatan Mutu Guru

Strategi yang perlu dilakukan untuk meningkatkat mutu guru mengacu pada penilaian akreditasi Level 4 yang berbunyi sebagai berikut:

Guru melakukan pengembangan profesi berkelanjutan atas inisiatif sendiri yang hasilnya berdampak terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan capaian belajar siswa yang dilakukan melalui beragam bentuk kegiatan belajar melalui diskusi antar teman sejawat, KKG/MGMP atau sejenisnya, belajar daring, mengikuti diklat/seminar, publikasi ilmiah, karya inovatif dan membagikan praktik baik kepada orang lain di dalam dan di luar sekolah/madrasah baik secara lisan maupun tulisan melalui berbagai media”.

Dari uraian di atas perlu dicapai hal-hal penting berikut: (1) Guru berupaya mengembangkan profesi berkelanjutan dengan cara menempuh jenjang S-2, mengikuti seminar, workshop, diklat, pelatihan guru, di mana hasilnya dapat bermanfaat bagi mutu pendidikan sekolah. (2) Pembelajaran di kelas hendaknya memanfaatkan teknologi dan akses informsasi, jaringan internet, LCD, dan laboraturuiam yang dilengkapi dengan media pembelajaran/alat peraga. (3) Mengikuti kegiatan FGD, KKG, MPGM yang dibuktikan dengan kartu anggota/SK/sertifikat. (4) Memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan berupa buku, artikel, jurnal ilmiah, makalah ilmiah, maupun essay yang dipublikasikan. (5) Memiliki karya inovatif berupa strategi pembelajaran, metode pembelajaran dan media pembelajaran, bahan ajar, modul yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu pendidikan serta dipublikasikan lewat media sosial, media cetak, maupun media elektronik.

Di samping hal-hal tersebut di atas perlu bagi guru untuk melakukan upaya-upaya yang strategis berupa: Pertama, Menyusun RPP dengan tepat dan sistematis. Wacana RPP terbaru yang akan diberlakukan hanya tiga komponen, yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan asesmen (penilaian). Strategi Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dilakukan secara lengkap dan sistematis sebagai langkah awal dari proses pembelajaran.

Koordinasi dan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan

Kedua, Melakukan evaluasi diri, refleksi dan perbaikan kerja. Refleksi diri ini penting dilakukan oleh guru karena dengan melakukan hal tersebut, guru akan bisa melakukan perbaikan dalam pelaksanaan tugas. Guru yang inspiratif adalah mampu memperbaiki diri dan memberdayakan peserta didik, bersifat jujur ketika melakukan refleksi, walaupun tidak ada yang mengawasi. Sebab pekerjaan yang dilakukan atas dasar kejujuran, akan berdampak pada kinerja yang baik, bermanfaat dan berkah.

Kesimpulan

Pertama, guna menyambut regulasi baru IASP 2020 perlu bagi sekolah untuk mempersiapkan instrument-instrumen yang menjadi penilaian dengan teliti dan benar. Kedua, Asesor-asesor yang melakukan visitasi ke sekolah telah dibekali dengan kompetensi, kebijakan dan cara penilaian baru yang pengacu pada pendekatan performance based, bukan hanya pada pedekatan compliance based. Ketiga, guru sebagai ujung tombak reformasi pendidikan di Indonesia hendaknya mempersiapkan diri lebih baik, guna memenuhi standar mutu guru secara maksimal. Adapun komponen mutu guru melipiti tiga hal yaitu: (a) Kompetensi Guru (b) Pengembangan Profesi Guru (c) Inovasi dan Kreativitas Guru. (Madrasah Hebat Bermartabat : izzatullaila79@gmail.com)

Penulis: Izzatul Laila, S.Pd.I., M.Pd.I

Penasehat ISNU Dampit

Guru MTs Negeri I Malang (MASANEGA)

Author: isnudampit

1 thought on “STRATEGI PENINGKATAN MUTU GURU DI ERA IASP 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *