Melihat kondisi yang saat ini terjadi, kita sebagai makhluk sosial hendaklah tergugah dan peduli dengan melihat kondisi sekitar kita. Jika bisa, seharusnya pencegahan Covid-19 itu berbasis RT ataupun RW. Karena jika bukan kita, siapa lagi? jika bukan sekarang, kapan lagi?
Untuk itu, mungkin yang harus kita lakukan adalah :
- Pastikan kondisi tetangga kita aman dari resiko covid-19
- Pastikan tetangga kita juga gak kelaparan.
Jika ada yang ter-PHK atau tidak bekerja perlu ada upaya dari lingkungan, yaitu :
- lakukan pendataan
- pastikan dapat program bantuan pemerintah, jika belum segera laporkan dan usulkan.
- jika tidak ada program pemerintah ajak orang lain peduli. Dalam 1 RT jika ada 10% warga tidak bisa makan maka sebetulnya 90% yang lain bisa memberinya.
Problemnya di rumah tangga masyarakat kita adalah, ada yang berkeluh kesah tidak bisa makan. Padahal persolan lebih dari itu, antara lain kira kira ini seperti ini:
- biaya listrik bagi rumah tangga tak mampu sudah dibebaskan.
- biaya air di sebagian wilayah tidak ada penarikan.
- uang jajan dan saku anak pasti berkurang, kecuali anak masih dibiarkan keluyuran.
- Buwuhan/hajatan sudah tidak ada
- cicilan bank ? ini masalah lain, karena jika ada cicilan bank, kemungkinan besar pastilah orang mampu
- belanja keinginan yang bukan kebutuhan sebaiknya tangguhkan
Ada sambatan lain?
Kaji betul itu kebutuhan atau keinginan?
JIKA PERSOALAN ADALAH KEBUTUHAN DASAR YAITU MAKAN SEHARUSNYA ITU BISA DIATASI.
TAPI JIKA PROBLEM GAYA HIDUP DAN BERBAGAI KEINGINAN YANG MASIH TAK BISA DIATASI, PAK PRESIDENPUN TAK PUNYA SOLUSI.
Problem lingkungan
- Tak semua perangkat lingkungan bisa mendata dan mencari solusinya.
- Tak semua lingkungan punya sistem kebersamaan dan kepeduliaan
DISINILAH PERAN PEMERINTAH BERSAMA KEKUATAN SOSIAL MASYARAKAT MELAKUKAN PEMBINAAN. PEMERINTAH JANGAN SENDIRI, AJAKLAH LEMBAGA SOSIAL RELAWAN SOSIAL.
Penulis : Miskari, SP. (MWC Dampit)
Editor : Hasani (ISNU Dampit)
