RAMADHAN BULAN TRANSFORMASI

Ramadham isnu dampit

الحمد لله الذي أوجب الصيام في رمضان على عباده، والصلاة والسلام على من سن القيام في رمضان لأصحابه واتباعه. وقال الله تعالىشَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ . أما بعد:

Puasa adalah Transformasi (Perubahan Menjadi Lebih Baik)

Hakekat puasa adalah pengendalian diri, sebab sinonim kata al-Shahum adalah al-Imsak yang artinya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Maka hakikat keberhasilan puasa seorang hamba adalah sejauh mana dia mampu mengubah dirinya untuk menjadi lebih baik dengan cara menjauhi hal-hal yang tidak baik. Contohnya menjahui sifat malas, tidak mau susah, maunya enak-enak saja, berdiam diri di rumah, maka hal itu tidak baik. Justru sebaliknya, bagi seorang mukmin yang telah mampu bertansformasi, walupun selama pandemi covid- 19 ini, ia hanya stay at home, namun ia tetap mampu beraktifitas dengan hal-hal yang manfaat: belajar, beribadah, berkebun, bersih-bersih rumah, memasak, dan membina keluarga yang lebih sakinah, mawadah wa rahmah.

Allah SWT berfirman dalam surat Al- Baqarah 183 bahwa tujuan orang berpuasa adalah membentuk Pribadi yang Bertaqwa. Nah, strategi untuk mencapai pribadi yang bertaqwa adalah transformasi diri secara individu dan secara sosial. Sebab taqwa itu identik dengan perubahan. Maka prinsip taqwa adalah menjalankan sekuat tenaga segala perintah Allah Swt dan menjahui dengan penuh ketaatan segal hal yang dilarang oleh Allah Swt dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Tranformasi Individu (Pengendalian hawa Nafsu)

Transformasi individu selama Ramadhan adalah melalui pengendalian Hawa Nafsu Sebab Jihad Terbesar adalah Jihad  melawan hawa Nafsu. Hakekat Hawa Nafsu adalah dimensi atau substansi jiwa manusia yang tidak dapat dihilangkan, namun hawa nafsu dapat dikendalikan dan diarahkan oleh pemikiran yang sehat dan nurani yang bersih. Sebab Allah telah menciptakannya dengan tujuan antara lain agar manusia dapat merasakan kesenangan di dunia. (QS. 3: 19)

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Artinya: Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya

Transformasi Sosial (Solidaritas dan Kepedulian Sosial)

Transformasi sosial dengan cara meningkatkaan  akhlak mahmudah yaitu akhlak terpuji. Menjahui akhlak mazmumah yaitu akhlak tercela. Akhlak adalah buah dari iman, bila iman baik, maka amal akan baik, dan hasilnya dalah baiknya akhlak seorang muslim. Salah satu akhlak terpuji dalam upaya transformasi social adalah solidaritas dan kepedulian sosial, yaitu kondisi alamiah kelompok manusia dan perangkat yang mengikat masyarakat secara bersama-sama (Adler, 1927).

Oleh karena itu, kepedulian sosial adalah minat atau ketertarikan kita untuk membantu dan peduli terhadap orang lain yang membutuhkan, melaui zakat, infaq dan sedekah. Puasa mampu mengubah manusia lebih baik dalam hubungan memalui kepedilian dan solidaritas siao, zakat sedekah infaq dan membantu fakir miskin yang terdampak covid 19. Allah Swt berfirman dalam surat Baqarah ayat 195:

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri  dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Kesimpulan

Ramadhan hendaknya menjadi bulan transformasi bagi umat Islam. Makna transformasi adalah upaya berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sebab puasa adalah menahan diri dari dari hawa nafsu agar manusia menjadi pribadi yang baik sempurna. Tranformasi yang diharapkan dalam bulan ramadhan bukanlah bersifat sementara. Namun transformasi secara utuh dan berkelanjutan. Transformasi individu dengan cara mengendalikan diri dari perbuatan keji dan mungkar. Sedangkan Transformasi sosial mengingkatkan solidaritas dan kepedulian sosial. Semoga Ramadhan ini menjadi yang terbaik bagi kita semua, amin.

Penulis : Gus Ois (Gus DR. Ahmad Nurcholis, M.Pd)
Penasehat ISNU Dampit
Dosen IAIN Tulungagung
Kajur Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah

Author: isnudampit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *